Muharram merupakan bulan pertama dalam system penanggalan tahun hijriyah, dimana tahun hijriyah adalah sistem penanggalanya umat muslim, jika dilihat dari sisi sejarah sistem penanggalan ini dicetuskan pada masa Umar bin Khottob dan Ali bin Abi Thalib la yang berjasa memberi nama bulan hijriyah, pilosofi yang diambil dari nama hijriyah ini adalah peristiwa hijrahnya kaum muhajirin dari Makkah ke Madinah.
Dengan semangat persaudaraan Islam, saat umat Islam Makkah hijrah ke Madinah bersama Rasulullah, umat Islam Madinah dengan suka-cita menyambut kaum pendatang, memberi bantuan, dan bersama-sama membangun negeri Islam Madinah.
Kita pun seyogyanya menggali kembali hikmah yang terkandung di balik peristiwa hijrah yang dijadikan momentum awal perhitungan Tahun Hijriyah, da menjadikan Keindahan ukhuwah Islamiyah kaum Muslimin generasi awal itu, antara Anshar dan Muhajirin, seakan tampak di pelupuk mata setiap kali kita memasuki Tahun Baru Islam Hijriyah, dengan harapan besar dapat teus memberika motivasi kepada kita semua akan prbaikan dari hari ke hari dalam menjalani proses kehidupan ini.
Namun seiring perkembangan zaman, budaya menanamkan nilai-nilai islam semakin luntur karena banyak manusia yang hanya menggunakan akal pikiran dalam berperilaku tanpa menggunakan hati nuraninya. Sehingga banyak terjadi penyimpangan–penyimpangan.
Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan sekelompok orang yang dapat mengajak kepada kebajikan, memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah dari kemungkaran. Bukanlah hal yang mudah untuk dapat mempertahankan dan menyebarkan nilai–nilai Islam di tengah–tengah gaya hidup hedonis dan sekuler yang menjangkiti sebagian besar umat muslim. Oleh karena itu dibutuhkan metode–metode dakwah baru untuk menyampaikan Islam kepada masyarakat agar lebih bisa diterima. Dahulu, dakwah Islam lebih banyak disampaikan lewat tabligh akbar, pengajian maupun melalui pondok–pondok pesantren. Syair–syair musik pun hanya terbatas pada nasyid. Namun seiring perkembangan zaman, dakwah Islam dapat disampaikan dengan film, internet dan syair–syair musik pop religi maupun R&B. Hal ini sangat membantu dalam perkembangan dakwah Islam sehingga dapat mengimbangi laju arus globalisasi.
Tahun baru Hijriyah adalah saat yang tepat untuk mengajak khalayak kembali pada nilai–nilai Islam dan menjadikan momentum ini sebagai sarana untuk berhijrahnya diri-diri kita dari hal yang tidak baik menjadi baik bahkan yang baik mejadi lebih baik. Mengajak mereka untuk terus melakukan hal–hal positif dalam hidup dan menumbuhkan semangat berkarya untuk kemajuan Islam sebagaimana semangat yang ditauladankan oleh Rasulullah dan sahabat saat mereka hijrah. Maka diperlukan adanya suatu dorongan ruhiyah dan motivasi untuk menjalankan nilai–nilai Islam tersebut. Adapun salah satu upaya untuk menumbuhkan motivasi yaitu dengan diadakan kegiatan Gema Muharam 1434 H.
Gema Muharram 1434 H merupakan salah satu kegiatan yang memiliki harapan besar dapat menumbuhkan kesadaran dan motivasi kepada civitas akademika secara khusus dan masyarakat sekitar kampus terpadu Universitas Islam Indonesia secara umumnya, yang utama bagi mereka yang haus akan siraman-siraman rohani. Mampu menciptakan suasana Islami dan menjadikan generasi Assabiquunal awwalun menerapkan nilai – nilai islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tahun ini OSIM MAN 2 Payakumbuh kembali mengadakan acara Gema Muharram. Alhamdulillah acaranya kemaren berlangsung dengan lancar dan peserta yang menghadiri acara kemaren sekitar 35 sekolah yang terdiri dari SLTA dan SLTP.
Nah bagi sobat MANDUPA yang kemaren tidak sempat untuk menghadiri acaranya, disini TJ akan menyajikannya buat sobat.
Nah, sobat tau dengan ukhti kita yang berempat ini kan, ukhti-ukhti kita ini sedang menjadi MC pada saat pembukaan acara GM kemaren.
Acara GM kemaren memang agak padat namun waktunya masih agak jarang, dan akhirnya acara kemaren kelarnya ketika sholat azan maghrib akan dikumandangkan. Mungkin untuk GM selanjutnya, ini salah satu yang harus diperhatikan oleh panitia . Mudah-mudahan tahun depannya bisa lebih baik.
Kalau ini sobat semua tau kan. Ini yang akan diperebutkan oleh para peserta pada perlombaan kemaren. Wah... banyak jugakan sobat. Piala yang besar adalah piala bergilir lomba bidang studi dan banyak macam perlombaan yang lain.
Dalam penyampaian kata sambutan, Ibunda Dra Hj. Elinar Anas M.Pd menyampaikan VISI dan MISI dari MAN 2 Payakumbuh kepada para tamu undangan yang hadir pada acara pembukaan kemaren.
Nah, sekarang to the point aja sobat, ini nih perlombaan yang diadakan pada acara gema muharram kemaren,
1. Lomba Nasyid
