Antum .... kali ini kita bakal bahas sedikit mengenai Tradisi Balimau" yang sudah menjadi tradisi di minang sejak dahulunya sampai sekarang .Tradisi Balimau ini..ada yang berpendapat adalah suatu tradisi yang tidak perlu dilakukan,ada juga yang berpendapat bahwa tradisi balimau itu suatu hal yang perlu dilakukan.. Hemmmm,,,kalo gitu kita denger pendapat masayarakat MAN 2 Payakumbuh yuk....
Menurut Fitri , “ Balimau adalah suatu tradisi yang sudah ada sejak dahulunya di minangkabau terutama kota Payakumbuh , jadibakal sulit ditinggalkan..And kalau nggak Balimau ,nggak lengkap aja puasa rasanya......... Ibarat itu ,adalah suatu ritual pembersihan diri yang musti dilakukan.....” .Jaka Pratama siswa dari kelas XI juga mengajukan pendapat pro yang sama ,”Yap...Balimau tuwh adalah satu kegiatan tradisi yang bernuansa religious di Minangkabu pada masa dahulu hingga sekarang, tradisi ini dilakukan selang satu hari menjelang datangnya bulan Ramadhan.“Tradisi balimau” harusnya tetap dipelihara dan dilestarikan oleh kita semua .
Mmm,Lain halnya pendapat Kontra dari teman teman ,masyarakat MAN 2 Payakumbuh yang lainnya..Menurut Faidil Yusri ,”Balimau itu tradisi yang tidak dajarkan dlm islam,,,jadinyaa itu perbuatan syirik.Mungkin, tradisi balimau it dulunyaa bukan memperingati datangnyaa bulan ramadan, tapi untk yg laen,untuk mempermudah masuknyaa islam, para pendakwah mungkin saja menggunakan tradisi balimau itu media dakwah supaya orang minang masuk islam,seperti tradisi wayang jawa,,,,namun untuk jaman sekarang, sebaiknyaa tradisi balimau harus dihilangkan, karena manusia jaman sekarang sudah berfikir secara modern bukan berfikir tradisional .
Alumni MAN 2,Kak nailis Sa’adah yang dulunya berasal dari kelas IA 1 berpendapat,”Sebenarnya balimau dalam Islam ada,cuma yang dimaksud kan balimau disini adalah membersihkan diri dengan mandi secara keseluruhan dalam rangka menyambut ramadhan.Namun yang salah dengan tradisi balimau disini adalah "konfoi" dan ajang pergi berfoya2nya yang berlebihan dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat... balimau itu kan gak harus pergi rame2 sama teman,atau "pacar".,dirumah kayaknya lebih mantap da lebih bersih mandinya.Jadi sebenarnya keresahan yang ditimbulkan karena konfoi pada saat pergi balimau ini lah yang menyebabkan adanya golongan yang menentang balimau itu sendiri..
Kakak kita Agung Feinando ,alumni yang dulunya dari kelas AG I juga memberikan pendapat ,” Balimau adalah tradisi penyambutan bulan ramadhan yang dilakukan sejak dahulu ,namun menurut ana..penyambutan bulan ramadhan tidak perlu pergi sana sini , lebih baik lakukan intropeksi diri dan berbenah untuk kedepan.Itu lebih baik dari berhura-hura.Hemmm,,, selaras kata dan makna alumni MAN 2 Payakumbuh dari kelas AG I kak Fauzan Azhima,memberikan pendapat dilengkapi dengan kutipan yang tegas “ Tidak ada hadits/dalil yang membolehkan/menganjurkan balimau yang selama ini dilakukan orang Minang. Acara bamandi-mandi/balimau ini juga mengandung mudharat n tidak sesuai dengan nilai2 Islam. Seperti: adanya unsur boros dalam balimau, hura-hura, berbaurnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dalam satu tempat pemandian. Penjelasan yang disampaikn oleh ketua MUI Sumbar, Buya Syamsul Bahri Khatib. Beliau menjelaskn, ''Balimau yang selama ini telah menjadi kebiasaan masyrakat minang tidak ada garisannya/tidak ada dasarnya dalam syari'at Islam. Kaerna itu, umat Islam diperintahkn tidak melakukan mandi apapun, kecuali mandi sore biasa untuk membersihkn badan.'' Buya juga menegaskn bahwa balimau bukan ajaran Islam dann tidak ada kaitannya dengan ramadhan. Kesimpulannya: Tidak ada mandi balimau didalam Islam.. Jauhilah acara 'bamandi-mandi/balimau'.. Lakukanlah mandi sore biasa di rumah masing2, seperti mandi yang rutin kita lakukan setiap hari.”hemm ...pendapat yang memuaskan dan jelas.... Mm ,admin boleh ngasih pendapat juga khan ???heheh ,,, menurut admin ,, admin setuju dengan pendapat kak Fauzan ... Karena balimau itu lebih banyak mudharatnya dari pada mamfaatnya ...seperti,saat pergi balimau bersama otomatis kaum hawa berbaur dengan kaum adam yang bukan muhrimnya,mudharatnya itu.. akan menimbulkan dosa karena melihat dann memperlihatkan aurat. So , lebih baik kita menyambut bulan suci dengan bersuci di rumah saja .. atau dengan tradisi/kebiasaan yang lebih baik, setuju?????.. ^_^ (Fw)
Mmm,Lain halnya pendapat Kontra dari teman teman ,masyarakat MAN 2 Payakumbuh yang lainnya..Menurut Faidil Yusri ,”Balimau itu tradisi yang tidak dajarkan dlm islam,,,jadinyaa itu perbuatan syirik.Mungkin, tradisi balimau it dulunyaa bukan memperingati datangnyaa bulan ramadan, tapi untk yg laen,untuk mempermudah masuknyaa islam, para pendakwah mungkin saja menggunakan tradisi balimau itu media dakwah supaya orang minang masuk islam,seperti tradisi wayang jawa,,,,namun untuk jaman sekarang, sebaiknyaa tradisi balimau harus dihilangkan, karena manusia jaman sekarang sudah berfikir secara modern bukan berfikir tradisional .
Alumni MAN 2,Kak nailis Sa’adah yang dulunya berasal dari kelas IA 1 berpendapat,”Sebenarnya balimau dalam Islam ada,cuma yang dimaksud kan balimau disini adalah membersihkan diri dengan mandi secara keseluruhan dalam rangka menyambut ramadhan.Namun yang salah dengan tradisi balimau disini adalah "konfoi" dan ajang pergi berfoya2nya yang berlebihan dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat... balimau itu kan gak harus pergi rame2 sama teman,atau "pacar".,dirumah kayaknya lebih mantap da lebih bersih mandinya.Jadi sebenarnya keresahan yang ditimbulkan karena konfoi pada saat pergi balimau ini lah yang menyebabkan adanya golongan yang menentang balimau itu sendiri..
Kakak kita Agung Feinando ,alumni yang dulunya dari kelas AG I juga memberikan pendapat ,” Balimau adalah tradisi penyambutan bulan ramadhan yang dilakukan sejak dahulu ,namun menurut ana..penyambutan bulan ramadhan tidak perlu pergi sana sini , lebih baik lakukan intropeksi diri dan berbenah untuk kedepan.Itu lebih baik dari berhura-hura.Hemmm,,, selaras kata dan makna alumni MAN 2 Payakumbuh dari kelas AG I kak Fauzan Azhima,memberikan pendapat dilengkapi dengan kutipan yang tegas “ Tidak ada hadits/dalil yang membolehkan/menganjurkan balimau yang selama ini dilakukan orang Minang. Acara bamandi-mandi/balimau ini juga mengandung mudharat n tidak sesuai dengan nilai2 Islam. Seperti: adanya unsur boros dalam balimau, hura-hura, berbaurnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dalam satu tempat pemandian. Penjelasan yang disampaikn oleh ketua MUI Sumbar, Buya Syamsul Bahri Khatib. Beliau menjelaskn, ''Balimau yang selama ini telah menjadi kebiasaan masyrakat minang tidak ada garisannya/tidak ada dasarnya dalam syari'at Islam. Kaerna itu, umat Islam diperintahkn tidak melakukan mandi apapun, kecuali mandi sore biasa untuk membersihkn badan.'' Buya juga menegaskn bahwa balimau bukan ajaran Islam dann tidak ada kaitannya dengan ramadhan. Kesimpulannya: Tidak ada mandi balimau didalam Islam.. Jauhilah acara 'bamandi-mandi/balimau'.. Lakukanlah mandi sore biasa di rumah masing2, seperti mandi yang rutin kita lakukan setiap hari.”hemm ...pendapat yang memuaskan dan jelas.... Mm ,admin boleh ngasih pendapat juga khan ???heheh ,,, menurut admin ,, admin setuju dengan pendapat kak Fauzan ... Karena balimau itu lebih banyak mudharatnya dari pada mamfaatnya ...seperti,saat pergi balimau bersama otomatis kaum hawa berbaur dengan kaum adam yang bukan muhrimnya,mudharatnya itu.. akan menimbulkan dosa karena melihat dann memperlihatkan aurat. So , lebih baik kita menyambut bulan suci dengan bersuci di rumah saja .. atau dengan tradisi/kebiasaan yang lebih baik, setuju?????.. ^_^ (Fw)

